Kepak yang Menanak Haru
Pada senja yang disundut waktu Kujadikan punggung bapak sebagai dahan paling kelu Bagi seekor burung yang keha...
Dan setiap ide dihargai sebagaimana semestinya. Ruang temu alternatif di Kabupaten Brebes untuk merawat nalar melalui diskusi, membaca, dan aksi nyata.
100+ Teman Bergabung
Merawat nalar lewat diskusi dan aksi nyata bersama kawan-kolektif di Brebes.
Dari keresahan menjadi gerakan, dari diskusi menjadi kontribusi nyata untuk masyarakat Brebes.
Dilatarbelakangi oleh keresahan beberapa pemuda Brebes melihat angka literasi yang sangat rendah, terciptalah gagasan untuk membuat wadah pemberdayaan SDM yang nyata. Komunitas ini lahir bukan sekadar untuk membaca, tapi untuk berdampak.
Kegiatan perdana dimulai dengan Nglapak Buku di Taman Juang 45 Brebes pada 29 Juni 2025, yang kini diperingati sebagai Hari Lahir Literasi Brebesan. Momentum ini berlanjut pada 17 Agustus 2025 dengan pembentukan kepengurusan formal di bawah kepemimpinan Sahabat Ibnu Hamdun.
Hingga kini, lebih dari 130+ orang telah bergabung dari berbagai latar belakang; Pelajar, Mahasiswa, hingga Pengusaha. Kami percaya literasi harus inklusif, menjangkau semua kalangan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat luas.
"Menjadi Garda depan dalam pengembangan budaya literasi yang kreatif, inklusif, and berwawasan sosial."
Menumbuhkan minat baca lewat kegiatan literasi yang seru dan inklusif.
Mendorong diskusi sehat untuk melatih berpikir kritis dan kreatif.
Mewujudkan ruang tumbuh bersama dan kontribusi nyata melalui gerakan sosial.
Gagasan dan cerita dari teman-teman melalui tulisan.
Pada senja yang disundut waktu Kujadikan punggung bapak sebagai dahan paling kelu Bagi seekor burung yang keha...
Dalam sepuluh tahun terakhir, seblak telah bertransformasi dari sekadar makanan kaki lima khas Jawa Barat menj...
Di balik Cakrawala Aku berdiri di tepian pasir yang basah, memandang alunan ombak yang berkejaran tanpa lelah....
Arsip visual perjalanan dan perjumpaan kita dalam merawat nalar.